Ilmuwan NIH Mewujudkan Serum Pengontrol Pikiran Ala Erudite

Serum Pengatur Pikiran Erudite Itu Ilmiah Lho!

Masih ingat, Kan? Adegan di film Divergent dan Sekuelnya, Insurgent tentang bagaimana faksi Erudite mampu mengatur pikiran anggota faksi lain dengan suatu serum pengontrol pikiran?
Well, serum pengontrol pikiran tersebut memang bagian dari fiksi sains, atau fiksi ilmiah. Tapi, seperti fiksi ilmiah lain, pembuatan serum tersebut belum bisa diwujudkan oleh ilmu pengetahuan didunia nyata.
Memang tidak berbentuk serum, sih. Tapi sekelompok ilmuwan dari NIH/National Institute of Neurological Disorders and Stroke, berhasil menciptakan transmiter kecil yang mampu mengontrol pikiran tikus!
Transmiter kecil tersebut, seperti yang disajikan dalam film Divergent, dapat mengendalikan gerakan tikus secara nirkabel melalui sebuah remote controll. 

Mekanisme Kerja Mini Transmiter Pengatur Pikiran NIH


Transmiter pengatur pikiran tersebut didesain sekecil mungkin (setebal 80 mm dan luas 500 mm). Dengan operasi pada bagian kepala, transmiter tersebut ditanamkan pada otak tikus. Ilmuwan dari NIH sendiri mengklaim bahwa kerusakan pada otak tikus akibat prosedur tersebut minimal.
Begini cara kerja perangkat pengatur pikiran yang dikembangkan NIH (Image courtesy: Jeoung et.al 2015)
Kemudian, transmiter tersebut mengeluarkan virus termodifikasi yang mampu mengenali sel tertentu dengan bantuan molekul pengenal, yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai pengendali pikiran pada masa depan. Dan percobaan yang kedua digunakan hormon buatan berupa senyawa yang memiliki struktur mirip morfin.
Senyawa mirip morfin tersebutlah yang mampu mengendalikan ‘pikiran’ tikus dengan memicu bagian ventral tegmental area (VTA), yakni bagian otak yang mengatur motivasi dan ketergantungan pada suatu rangsangan hingga tikus berjalan memutar saat sirkuit transmiter diaktifkan!
Meski tak akan dikembangkan sebagai pengatur pikiran seperti pada serial film adaptasi Divergent, transmiter tersebut diharapkan oleh para peneliti sebagai penelitian multidisiplin yang mampu memberikan solusi pada ilmu neuroscience, dan dapat dimanfaatkan sebagai agen pengobatan syaraf masa depan. Hingga pengobatan kerusakan syaraf tidak memerlukan lagi prosedur operasi yang beresiko tinggi.

Sumber Pustaka

NIH/National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2015, July 16). Futuristic brain probe allows for wireless control of neurons: Scientists developed an ultra-thin, minimally invasive device for controlling brain cells with drugs and light. ScienceDaily. Retrieved July 20, 2015 from http://www.sciencedaily.com/releases/2015/07/150716135059.htm

Jeong et al. Wireless Optofluidic Systems for Programmable In Vivo Pharmacology and Optogenetics. Cell, 2015 DOI: 10.1016/j.cell.2015.06.058