Ganja Mampu Mengobati Patah Tulang Dengan Cara Ini

Begini Cara Ganja Mengobati Patah Tulang!

Saat pertama kali mendengan kata ‘ganja’, mungkin yang akan muncul dalam pikiranmu adalah barang yang dilarang pemakaiannya oleh hukum NKRI dan Agama, khususnya agama islam. Tapi, tahukah Kamu? Bahwa ganja dapat digunakan untuk mengobati patah tulang?

Pengobatan patah tulang diyakini dapat memanfaatkan ganja

Fakta tersebut memang tidak terlalu mengejutkan, karena dewasa ini ganja telah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu media pengobatan. Dengan regulasi yang ketat tentunya.
Lalu, bagaimana ganja dapat mengobati patah tulang, yang notabenenya lebih bersifat fisik dibanding penyakit lain?

Mekanisme Penyembuhan Patah Tulang Oleh Ganja

Begini,
Berdasarkan penemuan yang telah dipublikasikan sekelompok ilmuwan dari American Friends of Tel Aviv University, terdapat komponen non-psikotropis (yang tidak ‘memabukkan’) dari ganja terbukti secara observatif mampu membantu proses penyembuhan patah tulang.
Penelitian ini dipicu oleh fakta bahwa beberapa senyawa yang diisolasi dari ganja mampu meregulasi kepadatan tulang. Lalu timbullah pertanyaan, apakah senyawa-senyawa tersebut juga mampu mengobati tulang yang patah?
Hasilnya adalah data yang menunjukkan bahwa  komponen non-psikotropis ganja yakni cannabidiol mampu meningkatkan proses biomekanis pada proses penyembuhan tikus lab yang telah mengalami patah tulang pada bagian tulang pahanya (fraktura pada bagian femur).
Selain dapat meningkatkan proses biomekanis proses penyembuhan patah tulang pada tikus,  uji dengan menggunakan FTIR atau Fourier Transform Infrared Spectroscopy juga menunjukkan kenaikan pada pembentukan ikatan silang kolagen pada area patah tulang, dimana proses tersebut juga berkaitan kuat dengan penyembuhan patah tulang.

Prospek Pemamfaatan Ganja, Terutama Cannabidiol Dalam Pengobatan Patah Tulang.

Dikaji lebih lanjut oleh sciencedaily.com, penelitian pengobatan patah tulang dengan ganja (cannabidiol-nya sih :v) tersebut dianggap memiliki prospek cerah dalam dunia pengobatan ortopedik masadepan.
Bagaimana tidak, 
Selain diharapkan mampu menyembuhkan tulang dengan waktu singkat, senyawa cannabidiol dari ganja ini juga terbukti dapat mengurangi resiko osteoporosis karena bisa mengurangi resiko demineralisasi tulang dan dapat meningkatkan massa tulang hingga tulang dapat lebih kuat.
Jangan khawatir efek samping ganja berupa kecanduan, karena cannabidiol sendiri adalah senyawa non-psikotropik. Jadi tidak memabukkan. Selain itu, saat nanti pengobatan ini diaplikasikan secara global atau komersial, ganja yang digunakan juga telah diekstraksi dan senyawa memabukkannya dibuang.

Masalah halal atau haram dari pengobatan patah tulang berbasis ganja ini, kita serahkan saja pada MUI. 

Sumber Pustaka

American Friends of Tel Aviv University. (2015, July 16). No bones about it: Cannabis may be used to treat fractures: Tel Aviv University researcher finds non-psychotropic compound in marijuana can help heal bone fissures. ScienceDaily. Retrieved July 18, 2015 from www.sciencedaily.com/releases/2015/07/150716124359.htm

Natalya M Kogan, Eitan Melamed, Elad Wasserman, Bitya Raphael, Aviva Breuer, Kathryn S Stok, Rachel Sondergaard, Ana VVillarreal Escudero, Saja Baraghithy, Malka Attar-Namdar, Silvina Friedlander-Barenboim, Neashan Mathavan, Hanna Isaksson, Raphael Mechoulam, Ralph Müller, Alon Bajayo, Yankel Gabet, Itai Bab. Cannabidiol, a Major Non-Psychotropic Cannabis Constituent Enhances Fracture Healing and Stimulates Lysyl Hydroxylase Activity in Osteoblasts. Journal of Bone and Mineral Research, 2015; DOI:10.1002/jbmr.2513

Leave a Comment