Begini Cara Membuat Sel Jadi Pemancar Sinar Laser

Bagaimana Ilmuwan Mengubah Sel Hidup Menjadi Pemancar Laser

Jika Anda berpikir tentang sebuah pemancar sinar laser, mungkin Anda akan membayangkan sebuah tabung kecil berisi rangkaian elektronik sederhana dan lensa untuk membuat cahaya yang dipancarkan perangkat tersebut lebih fokus.
Tapi pernahkan Anda berfikir bahwa sel makhluk hidup, dapat Anda jadikan sebuah pemancar laser?
Ya. Matjaž Humar Seok Hyun Yun dari Harvard Medical School in Cambridge, Massachusetts berhasil mengubah sebuah sel menjadi pemancar sinar laser dengan bantuan setetes minyak yang telah dicampur pewarna flouresense.
Pewarna flouresense tersebutlah yang mampu memancarkan sinar laser setelah diaktivasi oleh sinar pemicu, dan tetesan lemak-lah sebagai lensa pemusat berkas sinar laser yang dihasilkan.
Penemuan tersebut kemudian dipublikasikan pada jurnal ilmiah terkemuka dunia, Nature Photonics pada tanggal 27 Juni 2015 lalu.
Proses yang mengubah sel makhluk hidup menjadi pemancar sinar laser: Jaringan lemak sebagai sel target dan tampak kulit babi yang memancarkan sinar laser setelah disuntik perangkat mikroskopis pemicu laser dan dipicu oleh cahaya eksternal. Emisi laser yang dihasilkan bersifat spesifik hingga dapat dimanfaatkan untuk mengenali jaringan tertentu. (Image courtesy: http://www.nature.com/nphoton/journal/vaop/ncurrent/full/nphoton.2015.129.html)

Pemancar Sinar Laser Berbasis Sel Makhluk Hidup Untuk Keperluan Medis

“Perangkat” sinar laser mikroselular tersebut dirancang untuk keperluan medis. Terutama pada usaha mengenali jaringan atau sekumpulan sel spesifik pada suatu bagian tubuh secara simultan.
Hal tersebut sangat memungkinkan karena ilmuwan dapat mengatur jumlah emisi laser menjadi spesifik dengan sedikit modifikasi pada instrumen pemicu laser termasuk protein carrier, jenis lemak dan pewarna flouresense pada pemancar sinar laser mikroselular ini.
Dengan menggunakan instrumen pemicu laser intrasel yang telah diketahui jenisnya, maka akan mudah dikenali jenis emisi yang dipancarkan oleh sel tertentu dalam tubuh.
Memang perangkat tersebut belum bisa digunakan secara langsung pada teknologi kesehatan modern, terutama pengobatan penyakit seperti kanker.
Namun besar harapan penggunaannya sebagai pendeteksi kanker bahkan pengobatan kanker berbasis cahaya pada masa depan, seperti yang diinginkan para ilmuwan yang mengembangkan Serum Pengontrol Pikiran Ala Erudite yang sebenarnya diharapkan oleh para peneliti sebagai penelitian multidisiplin yang mampu memberikan solusi pada ilmu neuroscience, dan dapat dimanfaatkan sebagai agen pengobatan syaraf masa depan.

Sumber Pustaka

Humar, M. & Yun, S. H. 2015. Intracellular microlasers. Nature Photonics. doi:10.1038/nphoton.2015.129  

Wilkinson, A. 2015. Oil Droplets Turn Cells Into Tiny Lasers. [Serial Online] http://www.nature.com/news/oil-droplets-turn-cells-into-tiny-lasers-1.18061[Accesed: 28 July 2015)